Probiotik Bisa Mencegah Diare yang Disebabkan Penggunaan Antibiotik

Suplemen probiotik memiliki potensial dalam menghambat diare yang disebabkan oleh antibiotik, berdasarkan review sistematik Cochrane terbaru. Penulis tersebut meneliti tentang infeksi Clostridium difficile (C. difficile) pada pasien yang mengonsumsi antibiotik dan menemukan gejala diare, yang bisa dikurangi ketika pasien juga diberi probiotik.

Antibiotik menganggu bakteri bermanfaat yang hidup dalam usus besar dan membuat bakteri patogen seperti C. difficile untuk bertahan hidup. Walaupun beberapa orang yang terinfeksi C. difficile tidak menunjukkan gejala apa-apa, yang lain mengalami diare atau colitis (radang usus besar). “Bakteri baik” atau khamir dalam makanan dan suplemen probiotik bisa  menjadi cara yang murah dan aman untuk mencegah diare yang disebabkan C.difficile/ C. difficileassociated diarrhea (CDAD). Penemuan ini penting karena pengobatan CDAD tergolong mahal.

Kasus CDAD dilaporkan dalam 23 percobaan yang dilakukan pada 4.213 anak-anak dan dewasa. Probiotik yang diberikan dengan antibiotik bisa mengurangi jumlah orang yang terserang diare sebanyak 64%. Hanya 2% partisipan yang mengonsumsi probiotik yang terkena CDAD bila dibandingkan dengan yang hampir mencapai 6% dengan yang diberi plasebo. Dalam 26 percobaan yang dilaporkan, lebih sedikit kasus yang terjadi pada grup yang mengonsumsi probiotik.

Dalam jangka pendek, mengonsumsi probiotik dengan antibiotik tampak aman dan efektif dalam mencegah diare yang terkait dengan infeksi Clostridium difficile,” ujar peneliti utama Bradley Johnston of The Hospital for Sick Children Research Institute di Toronto, Canada. “Pengenalan beberapa probiotik dalam penerapan antibiotik bisa memberikan dampak langsung pada hasil akhir pasien, terutama dalam pengaturan wabah. Walaupun begitu, kami masih perlu menetapkan strain probiotik dan dosis yang memberikan hasil terbaik, dan menentukan keamanan probiotik dalam pasien yang tidak mampu mengembangkan respon imun normal.”

Walaupun penggunaan probiotik yang dikombinasikan dengan antibiotik membantu untuk mencegah CDAD, ini tidak mengurangi jumlah orang yang terinfeksi dengan C.difficile. “Kami pikir mungkin probiotik lebih bersifat mencegah gejala infeksi C. difficile daripada mencegah infeksi itu sendiri,” ujar Johnston. “Kemungkinan ini perlu diinvestigasi lebih lanjut dalam percobaan berikutnya, yang bisa membantu kami untuk lebih mengerti tentang cara kerja probiotik.”

Source:reprinted from materials provided by Wiley, via AlphaGalileo via ScienceDaily


Journal Reference:

  1. Joshua Z Goldenberg, Stephanie SY Ma, Jane D Saxton, Mark R Martzen, Per O Vandvik, Kristian Thorlund, Gordon H Guyatt, Bradley C Johnston. Probiotics for the prevention of Clostridium difficile-associated diarrhea in adults and children. Cochrane Review, 2013 DOI: 10.1002/14651858.CD006095.pub3


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s