Musim Dingin Datang, Waktunya Citrus-itis!

Buah musim dingin yang digemari di Korea

Jeju Citrus-itis, lebih tepatnya. Musim dingin datang dan waktunya untuk gamgyul (감귤, jeruk keprok/jeruk mandarin) dan hallabong (한라봉), buah jeruk pilihan dari Pulau Jeju. Berikut ini adalah produk andalan Jeju dan buah favorit saat musim di Korea.

Perkebunan jeruk Jeju di bulan October saat buah matang

Walaupun global warming menciptakan perubahan dalam iklim Korea, Jeju secara tradisional adalah satu-satunya tempat dimana buah tropis tumbuh, dimana jeruk keprok adalah yang paling terkenal. Buah ini dikultivasi di pulau ini selama seabad, tapi karena buah ini tumbuh dalam jumlah yang sedikit, kebanyakan dikirim dan dijadikan hadiah untuk raja.

Selama penjajahan Jepang dan Perang Korea, buah ini diabaikan dan hingga akhirnya sampai tahun 1960an dan 1970an buah ini kembali populer. Buah ini kembali populer, terutama karena rasanya yang sangat manis dan mengandung banyak air, tanpa ada rasa getir yang biasanya muncul di kebanyakan buah jeruk.

Hallabong, namanya diambil dari nama gunung di Jeju

Hallabong adalah buah jeruk mandarin hibrida yang awalnya dikembangkan di Jepang, kemudian diperkenalkan ke Korea tahun 1990an dan diadaptasi sebagai varietas lokal dengan nama baru. Buahnya lebih besar dan lebih manis daripada jeruk keprok Jeju dengan tonjolan di puncaknya. Karakteristik inilah yang mungkin membuat ia dinamai Hallabong, yang artinya “puncak/bukit Halla”,gunung tertinggi di Pulau Jeju. Lebih sedikit dikultivasi daripada jeruk keprok, membuatnya dijual dengan harga yang lebih mahal.

Jeruk dalam kotak untuk hadiah tersedia di supermarket

Kedua buah ini dipanen saat musim dingin dan karena liburan Tahun Baru (baik Tahun Baru maupun Imlek) keduanya jatuh saat musim dingin, membuat buah ini jadi hadiah yang populer. Bahkan di supermarket-supermarket kecil ada jeruk dalam kemasan yang dijual, dan truk buah membawa tumpukan jeruk untuk dijual di jalanan.

Sekotak buah jeruk

Kebanyakan buah dijual dalam kotak besar dan banyak keluarga yang membeli jeruk ini dalam kotak-kotak besar dan menyimpannya di bilik beranda. Karena buah jeruk keprok mudah dikupas, cukup kecil untuk digenggam (dan yang ukurannya paling kecil bisa dimakan utuh), manis dan tidak masam; buah ini jadi bisa dikonsumsi dengan cepat dan dalam jumlah yang banyak. Sebuah keluarga bisa mengonsumsi sekotak jeruk sambil menonton K-drama di TV setelah makan malam. (Hal ini sering terjadi, sebetulnya)

Aku cinta jeruk Jeju!

Buah ini sangat populer sampai ada yang bilang di Korea jika kau makan terlalu banyak jeruk nanti telapak tanganmu berwarna kuning, dan lucunya, ini benar, dan setiap orang Korea mengalaminya saat tumbuh besar. Secara ilmiahnya, beta-karoten dalam jeruk terakumulasi dalam kulit dan menciptakan semburat kuning, tapi aku pikir ini karena cairan dari kulit jeruk penyebabnya. Mungkin para ibu berkata seperti itu supaya anak-anaknya tidak terlalu rakus makan jeruk; jeruk tidak murah dan memiliki telapak tangan kuning bukan masalah besar.

Beberapa produk jus jeruk Jeju tersedia di pasaran

Tentu saja, ada olahan jeruk, kebanyakan berupa jus. Jus jeruk Jeju selalu punya gambar harubang (하르방/하루방) di kemasannya, patung batu pelindung dalam wujud kakek-kakek. Rasanya lebih manis dan tidak semasam jus jeruk “reguler”.

Produk wine jeruk Jeju

Ada juga produk minuman dalam bentuk minuman beralkohol. Wine dan minuman beralkohol yang terbuat dari jeruk atau rasa jeruk juga tersedia di pasaran. Produk yang terakhir ini cenderung berupa wine yang sangat manis seperti wine untuk makanan penutup, sedangkan yang awal cenderung kurang manis, seperti wine “1950” (tinggi Gunung Halla), yang merupakan wine putih yang terbuat dari jeruk yang difermentasi.

Cokelat jeruk dan hallabong

Untuk yang suka makanan manis, jika pergi ke Jeju, kalian harus membeli cokelat jeruk. Ada berbagai macam jeruk tersedia di toko, tapi ketika ke Jeju, cobalah membeli cokelat jeruk atau hallabong. Cokelat normal yang berbentuk persegi lebih terasa rasa dark chocolate-nya daripada yang berbentuk harubang, tapi bentuk harubang tentu saja lebih cocok jika dijadikan oleh-oleh.

Harubang dari jeruk untuk festival tahunan

Jeju menyelenggarakan festival jeruk setiap bulan November. Ada juga museum di pulau ini yang didedikasikan pada jeruk. Tidak hanya di Jeju kalian bisa menikmati jeruk dan hallabong, di tempat lain pun juga ada. Selamat menikmati!

 *Note: Kata gamgyul (감귤) dalam bahasa Korea jika diterjemahkan ke dalam bahasa lain bisa berupa : jeruk keprok, jeruk mandarin, dan jeruk Jeju, namun pada dasarnya sama.

Source : Suzy Chung @ blog korea.net

2 thoughts on “Musim Dingin Datang, Waktunya Citrus-itis!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s