Myeolchi, Ikan Teri Serbaguna di Masakan Khas Korea

Tidak, kami tidak meletakkannya di atas pizza. Walaupun begitu, myeolchi (멸치), ikan teri Korea, adalah salah satu bahan dasar dalam kuliner Korea. Ada berbagai ukuran dan biasanya ditambahkan dalam sup, ditumis, digoreng, dipanggang, diasinkan, dan juga dimasukkan dalam bumbu dasar.

Myeolchi kering dalam berbagai ukuran

Penggunaan myeolchi punya sejarah yang panjang di Korea. Dokumentasi yang ada dimulai dari Dinasti Joseon yang menyebutkan menangkap myeolchi, dari wilayah utara semenanjung sampai laut paling selatan pulau Jeju. Awal abad ke-19, Malam Menangkap Myeolchi menyebar luas karena myeolchi tertarik pada cahaya. Di akhir era Joseon, sejumlah besar myeolchi ditangkap dan dikonsumsi. Kebanyakan myeolchi dijemur di bawah sinar matahari untuk pengawetan yang mudah, sedangkan myeolchi yang berlebih digunakan untuk pupuk.
Myeolchi tinggi akan kandungan kalsiumnya, membuatnya menjadi makanan yang harus dimakan untuk anak-anak. Kebanyakan orang Korea tumbuh dengan mendengar ibunya berkata, “Makan myeolchi” daripada “Minum susu“. Karena tingginya kandungan kalsium, ikan ini juga direkomendasikan untuk penderita osteoporosis jadi kalian biasanya akan sering melihat ibu-ibu atau nenek-nenek makan ikan ini sebagai cemilan.

Jukbang dan Namhae myeolchi

Myeolchi terbaik disebut Jukbang (죽방) myeolchi dan Namhae (남해) myeolchi. Keduanya dari laut selatan Korea, Namhae adalah nama wilayah dimana myeolchi kualitas terbaik ditangkap, dan Jukbang dinamakan demikian karena metode penangkapannya. Teknik ini memenggiring myeolchi ke dalam area berbentuk kipas yang dikelilingi oleh pagar bambu (juk, 竹). Sistem ini tidak berbahaya bagi myeolchi, jadi kondisi ikan dalam kualitas tinggi. Menangkap myeolchi dengan Jukbang ini sangat diatur dan sistem kuotanya diaktifkan, jadi jumlahnya terbatas di pasaran, membuat ikan ini cukup mahal.

Myeolchi dan rumput laut direbus bersama-sama

Kebanyakan myeolchi yang dijual komersial adalah bentuk kering dan walaupun bisa digunakan dalam berbagai cara, biasanya ikan ini digunakan untuk kaldu sup dan rebusan. Cara paling mendasar adalah rebus myeolchi kering yang bersih bersama rumput laut dalam air dan dididihkan dengan api kecil. Ini akan menciptakan kaldu yang bening, bersih dan sangat terasa. Beberapa orang yang ingin menambahkan rasa yang lebih kompleks akan menambahkan daun bawang, cabe merah, dan mu (무, lobak Korea).

Kaldu dasar Janchi guksu dibuat dari myeolchi

Janchi guksu (잔치 국수, sejenis mie), masakan mie Korea paling mendasar, dibuat dari kaldu sup myeolchi. Rasa kaldu myeolchi yang sederhana cocok dengan hidangan dan banyak yang berpikir kalau bahan tambahan akan mengacaukan rasa aslinya, jadi jangan terkejut bila menemukan mie janchi guksu di restoran yang paling populer terlihat sangat sederhana. Kekuatannya terletak pada kaldunya, yang biasanya dibuat dari myeolchi berkualitas tinggi.

Image Hosted by ImageShack.us

Tumis myeolchi dengan cabe hijau

Hidangan khas dari myeolchi yang lain adalah myeolchi bokkeum (멸치볶음), tumis myeolchi. Ikan ini biasanya digoreng sejenak dengan cabe hijau, dimana cabe hijau memiliki sejumlah Vitamin C yang tidak dimiliki myeolchi, dan lemak myeolchi membantu pencernaan Beta-karoten dalam cabe. Dengan kalsium dalam myeolchi, hidangan ini adalah salah satu masakan yang paling sederhana dan bergizi yang bisa kalian buat, jadi kalian bisa mudah menemukannya sebagai banchan (반찬, hidangan sampingan) di meja makan malam keluarga dan makan siang di sekolah.

Janmyeolchi kecil juga enak ditumis

Myeolchi yang ditumis bisa dibuat dari berbagai ukuran myeolchi dan bahan tambahan lainnya. Walaupun myeolchi ukuran reguler biasanya ditumis dengan cabe hijau, janmyeolchi (잔멸치) kecil kadang ditumis dengan kacang tanah atau kacang-kacangan lainnya. Untuk keduanya, hidangan tersebut dibumbui dengan kecap dan sirup jagung, gochujang (고추장, pasta cabe merah) juga biasa digunakan. Sedikit bawang putih dan taburan biji wijen juga diberikan saat hidangan matang.

Menyiapkan myeolchi

Kebanyakan myeolchi yang digunakan dalam masakan adalah jenis kering. Mereka dijual dalam versi bungkusan, tentu saja, tapi di pasar tradisional, kalian bisa menemukan myeolchi kering yang menumpuk tinggi. Kalian bisa membelinya per kg, membawanya pulang, dan menyiapkannya segera.
Ini bukan pekerjaan yang mudah. Bahkan sebenarnya, ini cukup merepotkan. Kalian harus membelah myeolchi kering jadi dua di tengahnya, mengambil tulang dan jeroannya, dan menghilangkan kepalanya jika kalian mau. Jika kalian tidak melakukan proses ini dan menggunakan myeolchi secara langsung, misalnya jika digunakan untuk kaldu, rasanya akan pahit dan sangat amis (kecuali janmyeolchi, yang dimakan seluruhnya).

Myeolchi kering sebagai anju

Myeolchi kering tidak hanya digunakan dalam masakan, tapi juga bisa dimakan langsung. Ada yang namanya anju (안주), yang murah dan biasa dimakan sebagai cemilan waktu minum . Jika kualitas myeolchi bagus, myeolchi ini dimakan seluruhnya, jika tidak, hanya sebagian. Biasanya dimakan dengan dicelupkan pada gochujang tapi beberapa orang memakannya dengan mayones atau kombinasi keduanya.

Tidak hanya sebagai anju, ikan ini juga bagus untuk cemilan sehat. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ibu-ibu yang sadar kesehatan mengonsumsi untuk asupan kalsium dan cenderung memberi makan pada anaknya sebanyak mungkin. Ada keluarga yang punya berkaleng-kaleng myeolchi kering di meja makan supaya orang bisa mudah mengambilnya sebagai cemilan.

Myeolchi mentah hweh dibungkus dengan gim

Tidak hanya myeolchi kering yang dikonsumsi; myeolchi segar juga dipakai dalam masakan. Kota pelabuhan, dimana pasar selalu dipenuhi ikan segar yang melimpah, juga selalu mempunyai restoran spesial myeolchi dimana mereka menyajikan myeolchi segar. Myeolchi hweh (멸치회), myeolchi mentah, hanya bisa dimakan saat paling segar, atau jika tidak aroma amisnya akan luar biasa. Karena aroma myeolchi yang lebih kuat daripada ikan lain saat berupa ikan mentah, ikan ini biasanya disajikan direndam dalam saus gochujang dengan sayuran seperti minari (미나리, seledri Korea). Bisa dimakan langsung, atau dibungkus dengan daun selada atau daun perilla atau gim (김, rumput laut kering).

Myeolchi yang dipanggang

Bagi mereka yang menyukai makanan segar tapi dimasak, myeolchi panggang adalah pilihan yang tepat. Myeolchi yang dipanggang biasanya lebih besar daripada yang dikeringkan. Kalian memakan seluruhnya, dari kepala sampai ekor. Myeolchi ini biasanya dipanggang tanpa bumbu lain dengan garam yang ditambahkan dari waktu ke waktu. Sangat direkomendasikan untuk memakannya saat panas, baru dari panggangan, saat dagingnya terasa paling lembut.

Myeolchi goreng

Semuanya terasa lebih enak jika digoreng, kan? Myeolchi yang digoreng adalah makanan khas populer lain sebagai anju. Makanan ini juga populer untuk anak-anak yang tidak menyukai myeolchi kering. Direndam dalam adonan seluruhnya dan digoreng, rasanya renyah dan ingin makan lagi dan lagi. Gochujang biasanya digunakan sebagai saus pendamping, walaupun mayones dan saus tartar juga disajikan sekarang.
Selain masakan yang disebutkan sebelumnya, myeolchi segar bisa digunakan untuk membuat jjigae (찌개, rebusan) yang panas dan pedas.

Produk berbasis myeolchi

Karena myeolchi adalah bahan yang penting dalam masakan Korea, tidak heran kalau banyak produk olahannya. Untuk yang malas atau yang sibuk, membuat kaldu myeolchi bisa merepotkan karena itu banyak produk yang mengeliminasi waktu untuk mendidihkan. Bubuk myeolchi (atas kanan) memiliki banyak merek, sedangkan “teh seduh myeolchi” juga muncul di pasaran (bawah kanan). Dan tentu saja, apa yang bisa kalian lakukan tanpa saus ikan myeolchi? Kalian juga bisa dengan mudah menemukan myeolchi di toko banchan, semuanya sudah diproses dan siap santap.
Setelah itu, ketika kalian berpikir ikan teri hanya dalam bentuk asam asin atau topping pizza, coba sedikit myeolchi, dalam semua bentuknya. Mungkin kalian akan ketagihan.

 

Source : blog korea.net via hancinema

2 thoughts on “Myeolchi, Ikan Teri Serbaguna di Masakan Khas Korea

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s