Menonton TV Meningkatkan Konsumsi Makanan yang Tidak Sehat

Anak-anak dengan paparan yang lebih besar terhadap iklan TV lebih responsif terhadap pesan promosi makanan daripada anak-anak dengan paparan iklan yang lebih rendah, menurut penelitian baru.

Penelitian yang dipublikasikan di Pediatrics, memeriksa preferensi makanan dari 281 anak usia 6 – 13 tahun, dan ditemukan bahwa anak-anak yang menonton iklan untuk makanan yang tidak sehat di televisi lebih cenderung ingin makan makanan tinggi lemak dan tinggi gula, terlepas dari mereknya.

“Obesitas pada anak-anak sekarang menjadi masalah kesehatan utama di seluruh dunia. Studi kami menyoroti bahwa ada hubungan global antara iklan, preferensi makanan dan konsumsi,” kata lead author Emma Boyland, dari University of Liverpool.

“Ini adalah efek di luar-merek, meningkatkan pilihan anak-anak dari semua makanan yang tidak sehat – bukan hanya yang ditampilkan di iklan,” jelasnya.

Boyland menambahkan bahwa hasil menunjukkan adanya manfaat bagi anak untuk mengurangi menonton televisi.

“Temuan ini juga memiliki implikasi untuk pengaturan iklan makanan untuk anak-anak di televisi. Batasan jam 9 malam harus diperkenalkan agar anak tidak terpengaruh iklan makanan yang tinggi gula, tinggi lemak, tinggi garam saat melihat tayangan keluarga populer,” katanya.

Para peneliti menunjukkan sebuah episode dari kartun populer sebelum ditampilkan lagi dua minggu kemudian. Dalam setiap kasus, kartun itu didahului oleh lima menit dari iklan – iklan yang menunjukkan satu set mainan dan yang satu menunjukkan makanan ringan dan makanan cepat saji. Setelah setiap kali ditunjukkan, anak-anak diberi daftar item berbagai makanan, baik bermerek dan tidak bermerek, dan bertanya apa yang mereka ingin makan.

Boyland dan tim menemukan bahwa setelah melihat iklan makanan, semua anak-anak memilih makanan yang kaya lemak dan karbohidrat baik yang bermerek maupun tidak bermerek. Para peneliti juga melaporkan bahwa anak-anak yang menyaksikan televisi lebih banyak memilih lebih banyak makanan bermerek daripada yang jarang menonton televisi.

“Paparan iklan makanan di televisi meningkatkan preferensi pemirsa televisi untuk makanan bermerek dan peningkatan preferensi relatif untuk semua item makanan (bermerek dan tak bermerek) daripada yang jarang menonton televisi,” para peneliti menyimpulkan.

Source: Pediatrics

Published online ahead of print, doi: 10.1542/peds.2010-1859

“Food Commercials Increase Preference for Energy-Dense Foods, Particularly in Children Who Watch More Television”

Authors: E.J. Boyland, J.A. Harrold, T.C. Kirkham, C. Corker, J. Cuddy

Written by: Nathan Gray. 2011. Food Navigator: TV adverts increase unhealthy food consumption, says study

2 thoughts on “Menonton TV Meningkatkan Konsumsi Makanan yang Tidak Sehat

  1. Ellya, is is a new blog or you just turned your old one into a specialized food & health blog? anyway, tulisannya menarik nih.. cuma kok gue ngerasa, gue jarang nonton TV tapi makan gue makin banyak aja ya? hahahaha😄

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s