Menurunnya Konsumsi Beras di Korea Selatan dan Cara Pemerintah Menanganinya

Photobucket

Beras berubah dari bentuk asalnya menjadi berbagai macam tipe seperti es krim, minuman beralkohol, snack, dan cake kacang kenari (Photo: Openas). Ada perubahan besar pada kebiasaan makan orang Korea selama sepuluh tahun terakhir. Makanan pokok orang Korea, nasi, mulai menghilang dari meja makan karena semakin banyak orang yang mengonsumsi makanan lain tergantung selera mereka. Berdasarkan laporan tahunan konsumsi beras secara domestik yang dirilis oleh Badan Statistik Nasional Korea, jumlah beras yang dikonsumsi di korea menurun secara drastis dari 160 kilogram per orang per tahun di tahun 1990an menjadi 75 kilogram di tahun 2000an. Berdasarkan perubahan kebiasaan makan ini, pemerintah Korea memberi perhatian pada metode yang efektif untuk peningkatan konsumsi nasi di awal abad 21. Korea Food Research Institute (KFRI) dan wilayah Muan bekerja sama dalam mengembangkan tipe beras yang dilapisi ekstrak obat dari bawang dan herbal lain. Rural Development Administration (RDA), setelah beberapa tahun penelitian, menciptakan beras limau, yang efektif untuk diet dan disukai para wanita. RDA kemudian membuat tanaman padi spesial, yang memproduksi beras dengan rasa manis yang mengandung zat anti-penuaan. Pemerintah setempat juga berkonsentrasi pada pengembangan makanan spesial yang menggunakan beras. Es krim dari beras yang sehat, bebas dari segala bahan tambahan buatan seperti pewarna, perasa, dan emulsifier, dan menggantinya dengan beras, kini sudah tersedia di pasaran. Wilayah Cheorwon di Gangwon-do (Provinsi Gangwon) membuat es krim dari beras terasa lebih unik dengan menambahkan buah dan rasa sayur seperti tomat, paprika dan timun. Wilayah Namhae di Gyeongsangnam-do (Provinsi Gyeongsang Selatan) dan bisnis setempat memproduksi makgeolli (minuman beralkohol tradisional asal Korea) bawang putih dengan mengkombinasikan beras dan bawang putih pada alkohol. Minuman beralkohol tradisional ini mengandung 12% bawang putih dan 41% beras dan diproduksi di wilayah Namhae. Baunya sama sekali tidak ada bau bawang putih seperti yang orang bayangkan, karena proses pemurnian tekanan tinggi menghilangkan penyebab bau bawang putih. Menteri Pangan, Pertanian, Kehutanan dan Perikanan memberi ide untuk membuat biskuit beras dan jajangmyeon (mi saus pasta kacang kedelai hitam) yang minya terbuat dari beras untuk snack gratis di organisasi publik seperti sekolah dan militer. Walaupun begitu, menteri juga meneliti perbedaan penggunaan beras dan menyarankan penggantian tepung terigu dengan beras saat membuat mi dan roti.

Photobucket

Kiri: 'Ssal' (beras) tercetak di permukaan setiap cake kacang kenari dari beras; kanan: orang-orang mencoba sampel cake kacang kenari beras (photo courtesy Korea Rural of the Corporation)

Dalam upaya tersebut, produk baru di pasaran adalah cake kacang kenari dilapisi tepung beras. Item ini dipilih dalam kompetisi pengembangan teknologi yang diadakan oleh RDA. Bahan spesial dari cake kacang kenari baru meliputi adonan yang terbuat dari telur bebas antibiotik, 100% tepung beras, dan madu organik alami. Sebagai tambahan, obat herbal ditambahkan sebagai pengawet makanan alami. Kata ‘ssal’ (beras) dicetak di permukaan cake untuk menonjolkan fiturnya dan cake ini dinamai “All Good”, yang berarti bagus dalam segala nutrisinya dan juga rasanya. Lee Jong-wu, penemu cake kacang kenari beras ini berkata “Cake kacang kenari beras ini bagus untuk anak-anak dan orang dewasa yang kesulitan dalam mencerna terigu dan juga subtitusi yang bagus untuk nasi sebagai makanan berat.”

Sumber: Lee Seung-ah (Penulis Korea.net), diadaptasi dari “Heuk Sarang, Mul Sarang” (For the love of soil and water) yang dipublikasikan oleh Korea Rural Corporation pada November 2011. korea.net via hancinema

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s