Cokelat Bisa Menurunkan Kolesterol untuk Kelompok Resiko Penyakit Kardiovaskuler

Konsumsi jangka pendek kakao bisa menurunkan kolesterol darah secara signifikan, tapi hanya dalam jumlah tertentu dan hanya pada mereka dengan factor resiko serangan jantung, berdasarkan meta-analisis dari percobaan terkontrol acak oleh peneliti Cina.

Dr Rutai Hui dan rekan dari Chinese Academy of Medical Sciences and Peking Union Medical College di Beijing, yang penelitiannya diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan efek dosis atau efek lain dalam partisipan yang sehat.

Hasilnya mengungkapkan bahwa konsumsi kakao dalam jangka pendek mengurangi kolesterol darah, dan efek ini lebih jelas pada studi dengan suplementasi kakao dosis rendah dan terkait dengan resiko kardiovaskuler,” ujar tim.

Mereka berkata bahwa meskipun makan cokelat dalam jumlah moderat menjadi pendekatan diet yang bermanfaat untuk mencegah kolesterol tinggi pada orang tertentu, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan efisiensi makan kakao dalam jumlah moderat pada profil lipid dalam intervensi jangka panjang intervensi dan terkait dengan resiko factor metabolik kardio lain.

Penyakit kardiovaskular (cardiovascular disease-CVD) adalah salah satu penyebab utama morbiditas, mortalitas, dan cacat di banyak bagian dunia, terutama di negara-negara Barat, dan menyumbang seperlima dari semua kematian di AS, ujar tim Cina.

Tim Cina mencatat bahwa sejumlah besar percobaan pengamatan telah melaporkan bahwa suplementasi produk kakao mempengaruhi profil lipid pada subyek dengan penyakit terkait kardiovaskuler serta individu sehat.

“Polyphenol telah terbukti dapat menghambat penyerapan dan biosintesis kolesterol dan untuk memulai ekspresi reseptor kolesterol LDL, sedangkan cocoa butter juga mengandung sekitar 33 persen asam oleat tak jenuh tunggal, yang telah terbukti untuk mendukung profil lipid yang ideal,” kata penulis.

Namun ukuran sampel dari studi ini relatif kecil dan kesimpulan tidak konsisten, ditentukan tim, dan sebagai akibatnya mereka memutuskan untuk melakukan review sistemik literatur ilmiah dan sebuah meta-analisis dari semua percobaan terkontrol acak yang diterbitkan meneliti efek kakao pada kolesterol darah untuk ditentukan.

Para peneliti mencari literatur untuk menemukan studi yang melihat bagaimana kakao berpengaruh terhadap lemak darah dan menemukan delapan percobaan yang melibatkan 215 orang. Empat percobaan menyelidiki efek dari kakao pada subyek sehat, sementara yang lain meneliti efek konsumsi coklat pada pasien dengan risiko CVD seperti hipertensi atau diabetes.

Mereka mengatakan bahwa dalam ujicoba tersebut, sumber utama kakao adalah coklat gelap dan bubuk kakao, dosis polifenol dalam studi berkisar 30-963 miligram (mg) per hari dan durasi pengobatan bervariasi dari dua sampai 18 minggu.

Semua uji coba menggunakan metode terkontrol secara acak, prospektif dan plasebo.

Tim mencatat bahwa peserta dengan faktor risiko CVD melihat penurunan kolesterol LDL sekitar 8 mg / dL pada masing-masingnya tetapi menemukan bahwa konsumsi produk kakao tidak mempengaruhi kolesterol darah pada kelompok sehat.

Mereka lebih lanjut menyatakan bahwa analisis mereka menunjukkan hanya orang yang makan sejumlah kecil produk turunan kakao, dengan jumlah polifenol yang mengandung 260mg atau kurang, berefek kolesterol mengalami penurunan.

Tetapi para peneliti mengatakan bahwa mereka masih belum tahu konsumsi harian optimal kakao untuk meningkatkan metabolisme lipid atau kesehatan pembuluh darah dan dibutuhkan studi tambahan.

“Upaya penelitian masa depan harus berkonsentrasi pada percobaan acak berkualitas tinggi dan uji coba acak dengan pengawasan yang lebih lama untuk menyelesaikan ketidakpastian mengenai efektivitas klinis,” kata Hui dan rekan-rekannya.

Sementara itu, sebuah studi pada bulan Maret, yang dilakukan oleh para peneliti Jerman dan dipublikasikan European Heart Journal (EHJ), menemukan bahwa sejumlah kecil cokelat dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit jantung. Para penulis studi EHJ, yang melibatkan penilaian pada 19.357 orang berusia antara 35 sampai 65 tahun, mengatakan bahwa mereka menemukan mereka yang makan paling banyak cokelat – rata-rata 7,5 gram per hari – memiliki tekanan darah lebih rendah dan 39 persen lebih rendah risiko terkena serangan jantung atau stroke dibandingkan dengan mereka yang makan paling sedikit – rata-rata 1,7 gram per hari.

Source: American Journal of Clinical Nutrition
Published online ahead of print: doi: 10.3945/ajcn.2009.28202
Title: Short-term effect of cocoa product consumption on lipid profile: a meta-analysis of randomized controlled trials
Authors: L Jia, X Liu, Y Yi Bai, S Hua Li, K Sun, C He, and Ri Hui
via Jane Byrne. 2010. Confectionerynews.com: Chocolate-could-lower-cholesterol-for-CVD-risk-group-study

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s