Kadar Nitrat di Dalam Jus Bit Meningkatkan Toleransi untuk Olahraga

Sebuah studi baru mengklaim bahwa efek positif dari jus bit adalah pada jantung dan respon tubuh adalah terkait dengan kadar nitratnya yang tinggi.

Seperti yang ditulis dalam Journal of Applied Physiology, peneliti Universitas Exeter ingin mengetahui apakah jus bit (BR) yang berpengaruh selama aktivitas fisik disebabkan oleh nitrat dan bukan pada senyawa bioaktif yang berpotensi lainnya.

Penelitian sebelumnya menunjukkan adanya dampak positif dari jus bit pada tubuh selama latihan.

Profesor Andy Jones, ilmuwan senior pada penelitian ini, merupakan bagian dari penelitian perintis dari universitas yang sama yang mengklaim BR dapat memungkinkan orang untuk latihan lebih lama hingga 16 persen.

Kadar nitrat jus sayuran dapat mengurangi pengambilan oksigen ke tingkat yang tidak dapat dicapai dengan cara yang dikenal lainnya, membuat latihan jadi kurang melelahkan, menurut temuan pada tahun 2009.

Para ilmuwan Exeter mengklaim studi terbaru mereka adalah yang pertama dalam menyelidiki efek dari BR dan jus bit yang sedikit mengandung nitrat (PL) pada aktivitas fisik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi BR enam hari meningkatkan performa keseluruhan peserta dan fungsi jantung selama latihan.

Sembilan subjek laki-laki sehat dan aktif secara fisik ditugaskan dalam uji coba secara acak, double-blind, dan cross-over.

Para ilmuwan membandingkan perubahan antara suplementasi BR dan PL pada berbagai aktivitas fisik seperti tekanan darah dan kapasitas oksidatif mitokondria (Qmax), yang merupakan ukuran seberapa efisien otot-otot menggunakan oksigen.

Penelitian ini dimulai dengan penilaian dari individu yang melibatkan tes treadmill, asupan oksigen maksimal, tekanan darah, denyut jantung, fungsi paru-paru dan konsentrasi darah nitrit.

Para peserta kemudian secara acak menerima 0,5 L per hari baik BR mengandung 6,2 mmol nitrat atau PL (mengandung 0,003 mmol nitrat) selama enam hari.

Subjek mengambil bagian dalam tes latihan treadmill berulang pada hari keempat dan kelima. Pada hari keenam, orang-orang tersebut diminta untuk melakukan tes ekstensi lutut sementara scan dilakukan dari tubuh mereka.

Ekstensi lutut dirancang untuk mengurangi konsentrasi fosfokreatinin otot (PCr) dan memungkinkan mereka untuk memperkirakan Qmax. Fosfokreatinin adalah molekul yang berfungsi sebagai cadangan cepat termobilisasi fosfat berenergi tinggi dalam otot rangka dan otak.

Pengujian diulangi selama periode suplementasi kedua ketika orang-orang menerima minuman alternatif selama enam hari.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan PL, BR meningkatkan konsentrasi nitrat plasma dan mengurangi tekanan darah sistolik.

Kebutuhan oksigen peserta selama berjalan, lari dengan intensitas sedang, lari dengan intensitas berat di treadmill, juga dikurangi oleh BR. Waktu lelah meningkat 15 persen oleh BR selama lari dengan intensitas berat.

“Hasil ini menunjukkan bahwa efek positif dari enam hari suplementasi BR pada respon fisiologis untuk olahraga bisa dikaitkan dengan kandungan nitrat yang tinggi,” kata para peneliti.

Sumber: Journal of Applied Physiology
Authors: K. E. Lansley, P. G. Winyard,J. Fulford, A. Vanhatalo, S. J. Bailey, J. R. Blackwell, F. J. DiMenna, M. Gilchrist, N. Benjamin, and A. M. Jones

Sumber artikel: Glaberson Helen. 2010. Nutraingredients: Nitrate Content in Beetroot Juice Increases Tolerance to Exercise.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s