Capsaicin pada Cabe menunjukkan Pengaruh pada Berat Badan

Capsaicin, senyawa yang memberikan panas pada cabai merah, bisa memberikan manfaat pada protein untuk meningkatkan pembakaran lemak dan produksi energi, ujar penelitian baru.

Ttikus obesitas  yang diberi suplemen capsaicin memiliki 8 persen per berat badan yang lebih rendah daripada hewan kontrol, dan perubahan terdapat pada 20 macam protein yang terkait dengan obesitas, menurut temuan yang dipublikasikan dalam Journal of Proteome Research.

“Perubahan ini memberikan wawasan molekuler baru yang berharga ke dalam mekanisme efek anti-obesitas dari capsaicin,” lapor peneliti dari Universitas Daegu di Korea. “Jadi, kami percaya bahwa temuan yang disajikan di sini membuka wawasan baru untuk studi dan perlakuan potensial untuk patologi ini.”

Biaya penelitian untuk penurunan berat badan dan pasar manajemennya yang berkembang, diperkirakan sudah bernilai $ 7 milyar (€ 5.2bn) secara global. Dengan 50 persen dari orang Eropa dan 62 persen dari orang Amerika digolongkan sebagai kelebihan berat badan, industri makanan bergerak untuk mengembangkan potensi manajemen dan produk penurun berat badan.

Pasar bahan pelangsing dapat dibagi menjadi lima kelompok berdasarkan mekanisme tindakan – meningkatkan pembakaran lemak / thermogenesis, menghambat pemecahan protein, menekan nafsu makan/ meningkatkan kenyang (perasaan kenyang), memblokir penyerapan lemak, dan mengatur suasana hati (terkait dengan konsumsi makanan ).

Capsaicin dilaporkan mampu meningkatkan panas yang dihasilkan oleh tubuh, yang berarti orang membakar lebih banyak energi. Sebuah studi laboratorium dari National Chung Hsing University di Taiwan, menemukan bahwa capsaicin dapat menghambat perkembangan sel-sel lemak (Journal of Agricultural and Food Chemistry, 2007, Vol 55,. Hlm 1730-1736), sementara studi manusia dengan capsaicin, dengan kombinasi ekstrak teh hijau, ditemukan bahwa (Clinical Nutrition, doi: 10.1016/j.clnu.2009.01.010) bahan tersebut bisa menjadi alternatif  untuk meningkatkan perasaan kenyang dan kenyang berkelanjutan.

Data baru menunjukkan bahwa senyawa tersebut dapat member manfaat dengan memicu perubahan protein tertentu yang menguntungkan di dalam tubuh.

Tikus berusia lima minggu diberi pakan diet tinggi lemak dalam rangka mendorong obesitas dan disuplementasi dengan capsaicin (10mg per kg berat badan) atau larutan garam (kontrol) selama sembilan minggu. Hasil menunjukkan adanya 8 persen per penurunan berat badan pada hewan yang diberi pakan capsaicin, dibandingkan dengan kontrol, kata para peneliti.

Selain itu, ekspresi protein dalam jaringan lemak menunjukkan peningkatan kuantitas (up-regulation) dari 10 protein dan penurunan kuantitas (down-regulation) dari 10 protein lain seiring dengan penambahan suplemen capsaicin.

“Sebagian besar protein yang diidentifikasi berkaitan dengan metabolisme lipid dan regulasi redoks (redox regulation),” jelas para peneliti.

“Analisis proteome komparatif pada model tikus diet-obesitas memungkinkan kami untuk menguraikan jalur yang mungkin terlibat dalam respons capsaicin,” tulis para peneliti. “Protein yang diidentifikasi di sini terlibat dalam fungsi seluler, meliputi metabolisme lipid, proses redoks, dan transduksi sinyal dan energi.

“Beberapa diantaranya telah dikaitkan dengan obesitas manusia, menunjukkan bahwa protein yang baru diidentifikasi juga mungkin penting dalam obesitas dan bahwa harus diselidiki lebih lanjut,” tambah para peneliti.

Source: Journal of Proteome Research 2010, Volume 9, Issue 6, Pages 2977-2987
“Proteomic Analysis for Antiobesity Potential of Capsaicin on White Adipose Tissue in Rats Fed with a High Fat Diet”

Sumber: Stephen Daniells. 2010. Chilli compound’s weight benefits pinpointed?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s